Dugaan Aliran Dana Transfer ke Rekening Pribadi Wamen Imigrasi Dan pemasyarakatan, Akalan Jadi Materi Gugatan Sengketa Informasi

Sabtu, 19 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITABUANANEWS.ID,Jakarta | Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Dra. Kasihhati menegaskan, akan mengajukan gugatan sengketa informasi publik ke Komisi Informasi RI.
“Kami sementara pertimbangkan untuk lakukan langkah hukum gugatan sengketa informasi, karena Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim, kami nilai lalai dan tidak responsif teŕhadap permintaan informasi yang telah diajukan,” tegas Kasihhati dihadapan sejumlah awak jaringan media FPII di jakarta, sabtu (19/7/2025).

Kasihhati dengan tegas mengatakan, langkah hukum yang akan diambil Presidium FPII, merupakan bagian nyata untuk menjaga martabat dan kehormatan FPII sebagai organisasi profesi wartawan, karena Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Simly Karim, secara sengaja telah mengabaikan permintaan akses informasi publik terkait dugaan gratifikasi, pemerasan, dan suap yang diduga melibatkan nama orang kedua di Kementerian Imigrasi itu.

“Kami akan mengajukan gugatan sengketa informasi publik ke Komisi Informasi Pusat berdasarkan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” tegas Kasihhati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan̈, sikap Silmy Karim yang tidak merespons permintaan klarifikasi dan memblokir komunikasi WhatsApp telah melanggar prinsip keterbukaan informasi publik yang diamanatkan undang-undang.

Kronologi Permintaan Informasi yang Diabaikan

Presidium FPII telah mengajukan dua kali permintaan informasi publik secara resmi kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan: Surat Pertama: Nomor 005 tertanggal 18 April 2025 dan Surat Kedua*: Nomor 007 tertanggal 22 Mei 2025

“Sebagai organisasi profesi pers yang menjalankan fungsi kontrol sosial sesuai UU No. 40 Tahun 1999, kami berhak mendapat akses informasi publik untuk kepentingan masyarakat,” ujar Kasihhati.

Dalam kedua surat tersebut, FPII meminta klarifikasi dan informasi terkait:

  • Dugaan praktik gratifikasi yang melibatkan pejabat Kementerian
  • Dugaan pemerasan terhadap Warga Negara Asing (WNA)
  • Transaksi kripto USDT senilai setara Rp 560 juta
  • Bukti transfer ke rekening pribadi pejabat
  • Rekaman percakapan dan tangkapan layar transaksi
Baca Juga :  Partai Politik di Depok Bentuk Koalisi Sama Sama, Buka Peluang Kerjasama selain dengan Golkar

Dugaan Pelanggaran Keterbukaan Informasi Publik

Kasihhati menyebut sikap Silmy Karim telah melanggar beberapa ketentuan dalam UU Keterbukaan Informasi Publik, antara lain : pertama, Ketidakresponsifan
“Kementerian wajib memberikan respons atas permintaan informasi publik dalam waktu yang ditentukan undang-undang, namun hingga kini tidak ada tanggapan,” tegas Kasihhati.

Kedua, adanya fakta Pemblokiran Komunikasi.
“Yang lebih parah, Wamen Silmy Karim justru memblokir nomor WhatsApp kami. Ini jelas melanggar prinsip keterbukaan dan transparansi,” Imbuhnya.

Dan yang ketiga, Tidak Memberikan Alasan Penolakan, “Jika memang informasi tidak dapat diberikan, seharusnya ada alasan yang jelas sesuai ketentuan undang-undang, bukan diabaikan begitu saja,” jelasnya.

Bukti-Bukti yang Akan Diajukan

Dalam gugatan ke KIP nanti, Presidium FPII akan melampirkan berbagai bukti, termasuk :

  • Surat-surat permintaan informasi yang tidak direspons
  • Screenshot pemblokiran WhatsApp oleh Silmy Karim
  • Rekaman percakapan yang beredar di media sosial
  • Tangkapan layar transaksi kripto USDT
  • Dokumentasi WNA berinisial “A” dan transaksi rutin

“Kami memiliki bukti-bukti kuat bahwa telah terjadi pelanggaran terhadap hak akses informasi publik,” tegasnya.

Dalam gugatan yang akan diajukan, FPII meminta Majelis Sengketa KIP untuk:

  1. Menyatakan Kementerian Imipas telah melanggar UU Keterbukaan Informasi Publik
  2. Memerintahkan Silmy Karim memberikan informasi yang diminta
  3. Memerintahkan tidak melakukan pemblokiran terhadap lembaga pers
  4. Memerintahkan permintaan maaf secara terbuka
  5. Memerintahkan perbaikan sistem pelayanan informasi publik Dugaan Kasùs besaŕ yang Melatarbelakangi

Sebelumnya, beredar dugaan praktik suap, pemerasan, dan gratifikasi yang diduga menyeret nama Silmy Karim. Dugaan tersebut melibatkan:

  • Rangkaian rekaman percakapan
  • Tangkapan layar transaksi kripto
  • Pernyataan bernada ancaman dari WNA
  • Transfer dana rutin mencapai miliaran rupiah setiap bulan
  • Transaksi menggunakan kripto USDT senilai Rp 560 juta
Baca Juga :  Peduli Hak Anak, Polda Banten Bebaskan 5 Anak dari Penahanan

“WNA berinisial ‘A’ diduga telah menyetorkan dana secara rutin kepada oknum pejabat imigrasi dan pihak yang mengaku dapat ‘mengurus proses hukum’ dari balik layar,” papar Kasihhati.

Kewajiban Badan Publik

Kasihhati mengingatkan bahwa berdasarkan UU No. 14 Tahun 2008, setiap Badan Publik wajib:

  • Menyediakan dan memberikan informasi publik
  • Memberikan informasi yang akurat dan tidak menyesatkan
  • Membangun sistem informasi dan dokumentasi yang baik
  • Melayani permintaan informasi secara cepat dan tepat waktu

“Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan adalah Badan Publik yang terikat dengan ketentuan ini. Tidak ada alasan untuk mengabaikan permintaan informasi dari lembaga pers,” tegasnya.

Dukungan Organisasi Pers

Langkah FPII ini mendapat dukungan dari berbagai organisasi pers dan pegiat kebebasan informasi. Mereka menilai kasus ini penting untuk menegakkan prinsip keterbukaan informasi publik dan kebebasan pers.

“Ini bukan hanya soal FPII, tetapi soal hak publik untuk mendapat informasi yang transparan dari pejabat negara,” kata salah satu pengamat media.

Profil Silmy Karim

Silmy Karim (50), yang lahir di Tegal pada 19 November 1974, merupakan figur berpengalaman di dunia BUMN dan pemerintahan. Sebelum menjadi Wamen Imipas, ia menjabat sebagai Dirjen Imigrasi Kemenkumham sejak Januari 2023.

Kariernya meliputi:

  • Direktur Utama PT Pindad (2014-2016)
  • Direktur Utama PT Barata Indonesia (2016-2018)
  • Direktur Utama PT Krakatau Steel (2018-2023)

Pendidikannya: Alumni Universitas Trisakti (S1), Universitas Indonesia (S2), NATO School Jerman, Harvard University, dan Naval Postgraduate School Amerika Serikat.

Baca Juga :  Catat! CPNS 2023 Dibuka 17 September, Ini Cara Bikin Akun SSCASN!

Tim investigasi media telah berupaya menghubungi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk meminta komentar terkait rencana gugatan FPII ke KIP. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons resmi dari pihak kementerian.

Pihak Silmy Karim juga belum memberikan tanggapan atas tuduhan pelanggaran keterbukaan informasi publik yang dilontarkan FPII.

Kasihhati menegaskan kembali bahwa FPII akan segera mendaftarkan gugatan ke Komisi Informasi RI dalam waktu dekat. “Kami berharap KIP dapat memproses gugatan ini secara objektif dan memberikan putusan yang adil,” katanya.

FPII berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak akses informasi publik dan transparansi pejabat negara melalui jalur hukum yang tersedia.

Tantangan Keterbukaan Informasi

Kasus ini kembali mengangkat pentingnya penegakan UU Keterbukaan Informasi Publik. Para pegiat transparansi menilai masih banyak Badan Publik yang enggan memberikan informasi kepada masyarakat.

“Pejabat publik harus memahami bahwa transparansi adalah kewajiban, bukan pilihan. Rakyat berhak tahu apa yang dilakukan pejabatnya,” tegas seorang aktivis anti-korupsi.

Pesan Untuk Presiden

Kasihhati juga menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi terhadap pejabat yang tidak transparan. “Presiden harus memastikan bawahannya patuh pada prinsip keterbukaan informasi publik dan responsif terhadap media massa,” pungkasnya.

FPII, yang berdiri sejak 6 Februari 2016, merupakan organisasi pers yang berkomitmen pada kemerdekaan pers sesuai UU No. 40 Tahun 1999. Organisasi ini dipimpin Kasihhati sebagai Ketua Presidium periode 2022-2027.

*Redaksi akan terus memantau perkembangan gugatan sengketa informasi publik ini dan melaporkan respons dari Komisi Informasi Publik serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Penulis : Red

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Presidium FPII

Berita Terkait

Ditreskrimum Polda Banten Ringkus Tiga Pelaku Jambret di Pandeglang
Penetapan Tersangka Burhan Bin Kamisi Oleh Satreskrim Polres Bontang,Kuasa Hukum Tersangka Ajukan Praperadilan
Ketua Umum LBH Kasihhati Justicia Sampaikan Keprihatinan dan Duka Cita Terkait Tewasnya Arianto Tawakal Terkait Dugaan Tindakan Kekerasan yang Dilakukan Anggota Brimob
Rapim Polda Banten 2026, Tegaskan Komitmen Polri Presisi Dukung Program Pemerintah
Polsek Curug Gelar Press Conference, Ungkap 4 Kasus dalam Sepekan
Abaikan Somasi ,2 Oknum ASN Lapas Kuningan Diduga Tipu Gelap Dana Investasi Koperasi Segera Dipolisikan
Bocah Ditinggal Dikebun Sawit: Modus Teman Baru Berujung Dugaan Penipuan
Kasus Pembunuhan Anak di Cilegon Berhasil Diungkap Satreskrim Polres Cilegon Polda Banten
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 21:27 WIB

Ditreskrimum Polda Banten Ringkus Tiga Pelaku Jambret di Pandeglang

Senin, 9 Maret 2026 - 14:50 WIB

Penetapan Tersangka Burhan Bin Kamisi Oleh Satreskrim Polres Bontang,Kuasa Hukum Tersangka Ajukan Praperadilan

Selasa, 24 Februari 2026 - 03:04 WIB

Ketua Umum LBH Kasihhati Justicia Sampaikan Keprihatinan dan Duka Cita Terkait Tewasnya Arianto Tawakal Terkait Dugaan Tindakan Kekerasan yang Dilakukan Anggota Brimob

Senin, 23 Februari 2026 - 18:57 WIB

Rapim Polda Banten 2026, Tegaskan Komitmen Polri Presisi Dukung Program Pemerintah

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:57 WIB

Polsek Curug Gelar Press Conference, Ungkap 4 Kasus dalam Sepekan

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:34 WIB

Abaikan Somasi ,2 Oknum ASN Lapas Kuningan Diduga Tipu Gelap Dana Investasi Koperasi Segera Dipolisikan

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:34 WIB

Bocah Ditinggal Dikebun Sawit: Modus Teman Baru Berujung Dugaan Penipuan

Senin, 5 Januari 2026 - 15:28 WIB

Kasus Pembunuhan Anak di Cilegon Berhasil Diungkap Satreskrim Polres Cilegon Polda Banten

Berita Terbaru

Dewan DPRD Kabupaten Tangerang

Perbaikan Rumah Roboh di Kampung Sentul Resmi Dimulai, DPRD Imam Sucipto Turun Langsung

Rabu, 15 Apr 2026 - 20:15 WIB