BERITABUANANEWS.ID, Tangerang | Proyek pembangunan drainase di Kampung Ciakar RT 002 RW 005, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, kembali menjadi sorotan. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Sahabi Jaya Mandiri tersebut diduga tidak memenuhi standar teknis konstruksi, meskipun menelan anggaran sebesar Rp98.945.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang melalui Kecamatan Panongan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ditemukan bahwa pekerjaan drainase diduga dikerjakan tanpa menggunakan ampar dasar atau lapisan mortar setebal kurang lebih 5 cm. Padahal, ampar dasar merupakan komponen penting dalam konstruksi saluran air guna menjaga kestabilan struktur serta meningkatkan daya tahan bangunan dalam jangka panjang.
Ketiadaan lapisan dasar tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa pekerjaan tidak mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Hal ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat proyek tersebut dibiayai oleh anggaran pemerintah yang seharusnya digunakan secara optimal, transparan, dan sesuai perencanaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, dari segi pelaksanaan di lapangan, pekerjaan terkesan dilakukan tanpa pengawasan teknis yang maksimal. Proses pemasangan material terlihat tidak melalui tahapan konstruksi yang semestinya, sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan dini seperti retak, pergeseran struktur, hingga tidak berfungsinya drainase secara optimal.
Dengan nilai anggaran yang mencapai hampir Rp100 juta, kualitas pekerjaan seharusnya menjadi prioritas utama. Namun, temuan di lapangan justru menunjukkan indikasi sebaliknya, yang berpotensi merugikan keuangan daerah serta masyarakat sebagai penerima manfaat.
Minimnya penerapan standar teknis dalam proyek ini juga menimbulkan dugaan adanya kelalaian dalam pengawasan, baik dari pihak pelaksana maupun instansi terkait. Padahal, setiap proyek pembangunan yang bersumber dari APBD wajib melalui pengawasan ketat agar sesuai dengan spesifikasi dan memberikan manfaat jangka panjang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Sahabi Jaya Mandiri maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Ketiadaan klarifikasi ini semakin memperkuat sorotan terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek.
Diharapkan pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta memberikan tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran, agar pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut benar-benar berkualitas dan tidak merugikan masyarakat.















