BERITABUANANEWS.ID,Tangerang | Proyek pembangunan saluran air (U-Ditch) di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, kembali menuai sorotan tajam. Pekerjaan yang digarap CV Kembar Jaya Abadi dengan anggaran Rp 79.899.000 diduga kuat dikerjakan asal jadi dan jauh dari spesifikasi teknis.
Pantauan tim media di lapangan memperlihatkan sederet kejanggalan. Para pekerja tampak abai terhadap aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tidak ada satupun yang mengenakan helm,maupun sepatu safety. Padahal, penerapan APD merupakan syarat mutlak dalam proyek konstruksi untuk melindungi keselamatan pekerja.

Lebih jauh, kualitas pengerjaan pun menuai pertanyaan. Pemasangan U-Ditch terindikasi sebatas formalitas. Ampar dasar atau mortar yang seharusnya diratakan sebagai pondasi utama justru terlihat asal dituang dan tidak merata. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada upaya mengurangi mutu pekerjaan demi menekan biaya dan meraup keuntungan lebih besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat dikonfirmasi, salah satu pekerja menyebut bahwa pelaksana lapangan proyek ini adalah Adit. Ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp, Adit justru memberikan jawaban kontroversial.
“Iya bang, itu untuk temen-temen media kan banyak tim dari pemenangan pak dewan kemarin, jadi buat temen-temen media koordinasinya sudah saya serahkan sama RT, bang Galih dan bang Zaenal,” tulis Adit dalam tanggapannya.

Pernyataan tersebut memunculkan tanda tanya besar. Alih-alih menjawab persoalan teknis dan kualitas pekerjaan, Adit justru menyeret urusan politik serta menyebut adanya keterlibatan pihak RT dan nama-nama lain. Hal ini semakin memperkeruh dugaan adanya kepentingan tertentu di balik proyek bernilai hampir Rp 80 juta tersebut.
Yang lebih disayangkan, pengawasan dari pihak Kecamatan Curug seakan tutup mata. Sebagai pengawas lapangan, mereka semestinya memastikan pekerjaan berjalan sesuai aturan dan spesifikasi teknis. Namun hingga kini belum ada langkah nyata yang terlihat.

“Proyek ini jelas menggunakan uang rakyat. Jika pengerjaannya asal-asalan dan bahkan dikaitkan dengan kepentingan politik, maka patut diduga ada penyalahgunaan kewenangan,” ujar salah satu pemerhati pembangunan yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak CV Kembar Jaya Abadi maupun pejabat Kecamatan Curug belum memberikan keterangan resmi. Publik kini menanti sikap tegas aparat terkait dalam menindaklanjuti dugaan proyek bermasalah yang berpotensi merugikan masyarakat.
Penulis : Chepi/Team
Editor : Redaktur















