BERITABUANANEWS.ID,Tangerang | Sikap Camat Pagedangan yang dinilai cuek dan tidak merespons saat dikonfirmasi awak media terkait sejumlah proyek di wilayah Kecamatan Pagedangan kini menuai sorotan tajam. Kondisi tersebut memicu reaksi dari Gerakan Nasional Pencegahan Tindak Pidana Korupsi (GNP TIPIKOR) yang mengaku siap mengambil langkah resmi dengan melayangkan surat kepada Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Minggu,(17/05/2026).
Sorotan tersebut bermula dari proyek hotmix di RW 05, Desa Cicalengka, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dengan nilai anggaran mencapai Rp120.000.000 yang dikerjakan oleh CV Akhtar Aditta Putra. Proyek itu diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu pekerjaan, khususnya terkait dugaan pengurangan ketebalan lapisan aspal.
Guna memperoleh penjelasan resmi, awak media telah mencoba melakukan konfirmasi kepada Camat Pagedangan melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada tanggapan maupun klarifikasi yang diberikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sikap diam tersebut dinilai menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Sebagai pejabat publik, camat dianggap memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan penjelasan terhadap proyek-proyek yang menggunakan anggaran pemerintah dan tengah menjadi sorotan publik.
Menanggapi hal itu, GNP TIPIKOR menyatakan akan segera menyurati Inspektorat Kabupaten Tangerang dan BPK guna meminta pemeriksaan terhadap seluruh proyek yang ada di wilayah Kecamatan Pagedangan.
“Ketika media melakukan konfirmasi dan tidak direspons, tentu publik akan bertanya-tanya. Kami menilai perlu ada pengawasan lebih serius terhadap proyek-proyek yang ada di Pagedangan,” ujar perwakilan GNP TIPIKOR kepada awak media.
GNP TIPIKOR menegaskan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan sosial agar seluruh proyek pemerintah berjalan sesuai aturan, spesifikasi teknis, serta penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
Hingga saat ini, pihak Kecamatan Pagedangan maupun pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.















