ICW: Apakah Luhut Tak Senang Jika KPK Memberantas Korupsi?

Rabu, 21 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ari Saputra

Foto: Ari Saputra

JAKARTA – Menko Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut operasi tangkap tangan (OTT) tidak bagus untuk negara. Indonesia Coruption Watch (ICW) gagal paham dengan pernyataan Luhut.

“OTT merupakan salah satu cara KPK dalam melakukan penindakan tindak pidana korupsi, di luar mekanisme case building. Selama ini OTT KPK terbukti ampuh membersihkan seluruh cabang kekuasaan, mulai dari eksekutif, legislatif, maupun yudikatif,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana, saat dihubungi, Selasa (20/12/2022).

ICW menilai OTT KPK berhasil menangkap banyak koruptor. Baik itu dari kalangan pejabat sampai dengan pihak swasta.

“Selain itu, pengungkapan melalui mekanisme OTT pun telah berhasil menyeret ratusan orang, baik pejabat, aparat penegak hukum, maupun pihak swasta ke proses persidangan,” kata Kurnia.

Menurut Kurnia dari manfaat dan keberhasilan OTT tersebut, OTT berdampak besar dalam membantu negara menangkap pejabat korup.

“Pertanyaan lebih lanjut, apakah saudara Luhut Binsar tidak senang jika KPK, yang mana representasi negara, melakukan pemberantasan korupsi?” katanya.

Kurnia pun heran jika OTT dianggap memperburuk citra Indonesia. Menurutnya, jika Indonesia bisa menegakkan hukum dan melakukan OTT, maka citra Indonesia pun baik.

Baca Juga :  Memperingati Hardiknas 2023, Jokowi Beri Tanda Kehormatan ke 5.685 Guru dan PNS

“Sejujurnya, kami sulit memahami logika berpikir saudara Luhut. Dalam pandangan ICW, ketika penegakan hukum, khususnya pemberantasan korupsi maksimal dilakukan, maka dengan sendirinya citra Indonesia akan membaik dan diikuti dengan apresiasi dari dunia,” ujarnya.

ICW mengungkit kejadian tahun 2013. Saat itu disebut Indonesia mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay Award.

“ICW meminta agar saudara Luhut membaca pemberitaan tahun 2013 lalu. Sebab, pada periode tersebut KPK sempat membanggakan Indonesia karena mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay Award karena terbukti berhasil memberantas korupsi secara masif,” katanya.

“Jadi, kami menduga dua hal. Pertama, saudara Luhut kurang referensi bacaan terkait dengan pemberantasan korupsi. Dua, saudara Luhut tidak paham apa yang Ia utarakan,” katanya.

Pernyataan Luhut

Sebelumnya, Luhut mengkritik cara kerja KPK dalam pemberantasan korupsi. Dia menyebut KPK tak perlu sedikit-sedikit menangkap orang.

“Kita nggak usah bicara tinggi-tinggilah. OTT-OTT ini kan nggak bagus sebenarnya. Buat negeri ini jelek banget. Tapi kalau kita digital life, siapa yang mau melawan kita,” kata Luhut di acara peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi 2023-2024 di Jakarta, Selasa (20/12).

Luhut kemudian bercerita dirinya diundang untuk diwawancarai salah satu media di London. Dia mengatakan Indonesia dipuji usai berhasil menyelenggarakan KTT G20 di Bali pada November lalu.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, Polda Banten Gelar Latihan Sispam Kota

Di sana, dia menjelaskan Indonesia memiliki empat pilar dalam pembangunan. Dari keempat yang disampaikan itu, dia menyebut digitalisasi merupakan kunci kemajuan bangsa.

“Saya jelaskan mengenai Indonesia. Saya bilang ada empat pilar kami. Satu efisiensi, efisiensi apa digitalisasi. Kedua hilirisasi, yang ketiga dana desa, itu saya jelaskan kepada mereka. Tapi dua pertama tadi itu kunci Bapak/Ibu sekalian,” ucapnya.

Setelah itu, Luhut mengingatkan KPK jangan sedikit-sedikit melakukan penangkapan. Menurutnya, jika digitalisasi di Indonesia berjalan baik, tidak akan ada yang bisa main-main dengan sistem.

“Jadi kalau kita mau bekerja dengan hati, ya kalau hidup-hidup sedikit bolehlah, kita kalau mau bersih-bersih amat di surgalah kau,” kata Luhut

“Jadi KPK jangan pula sedikit-sedikit tangkap tangkap, ya lihat-lihatlah. Tapi kalau digitalisasi ini sudah jalan tidak akan bisa main-main,” imbuhnya.

Berita Terkait

Kapolri Gelar Safari Ramadan di Jawa Tengah, Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Ulama dan Masyarakat Setempat
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Tokoh Ulama dan Masyarakat Banten
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Industri Pengolahan Mineral Di Gresik
Pemerintah Fokus Tangani Permasalahan Sampah Nasional
Ibu 49 Tahun Ini Sukses Mengubah Nasib Setelah jadi Agen Brilink
Polda Banten Luncurkan Program Perumahan Bagi Pegawai Negeri Polri
MUI: Polri Berperan Penting dalam Menciptakan Kamtibmas yang Aman dan Damai
Pemerintah Siap Hadapi Ramadan 1446 H: Stabilitas Harga dan Kelancaran Arus Mudik Jadi Prioritas
Berita ini 14 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 20 Maret 2025 - 01:22 WIB

Kapolri Gelar Safari Ramadan di Jawa Tengah, Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Ulama dan Masyarakat Setempat

Rabu, 19 Maret 2025 - 16:56 WIB

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Gelar Buka Puasa Bersama Tokoh Ulama dan Masyarakat Banten

Selasa, 18 Maret 2025 - 23:37 WIB

Presiden Prabowo Subianto Tinjau Industri Pengolahan Mineral Di Gresik

Jumat, 14 Maret 2025 - 00:20 WIB

Pemerintah Fokus Tangani Permasalahan Sampah Nasional

Rabu, 12 Maret 2025 - 14:42 WIB

Ibu 49 Tahun Ini Sukses Mengubah Nasib Setelah jadi Agen Brilink

Selasa, 4 Maret 2025 - 20:37 WIB

Polda Banten Luncurkan Program Perumahan Bagi Pegawai Negeri Polri

Senin, 3 Maret 2025 - 19:19 WIB

MUI: Polri Berperan Penting dalam Menciptakan Kamtibmas yang Aman dan Damai

Sabtu, 1 Maret 2025 - 18:57 WIB

Pemerintah Siap Hadapi Ramadan 1446 H: Stabilitas Harga dan Kelancaran Arus Mudik Jadi Prioritas

Berita Terbaru

Insfrastruktur

Proyek Hotmik di Cisauk Dituding Asal Jadi, LSM Minta Evaluasi

Senin, 2 Mar 2026 - 21:53 WIB