Drainase Diduga Tak Sesuai Spek, CV Syafi Berkah Mandiri Disorot Tajam, Pengawas Kecamatan Bungkam

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITABUANANEWS.ID,Tangerang | Proyek pembangunan drainase di Medang Lestari RW 007, Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan tajam. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Syafi Berkah Mandiri tersebut diduga tidak memenuhi standar teknis konstruksi, meskipun menelan anggaran sekitar Rp100 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang melalui Kecamatan Pagedangan.Minggu,(03/05/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ditemukan sejumlah kejanggalan dalam proses pengerjaan. Drainase tersebut diduga dibangun tanpa menggunakan ampar dasar atau lapisan mortar setebal kurang lebih 5 cm. Padahal, komponen tersebut merupakan bagian penting dalam konstruksi saluran air untuk menjaga kestabilan serta daya tahan struktur dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Dewan DPRD Kabupaten Tangerang H. M. Sobri, S.H. Hadiri Lepas Sambut Kapolsek Curug Polres Tangerang Selatan

Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa pekerjaan tidak mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Hal ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat proyek dibiayai dari anggaran pemerintah yang seharusnya dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai perencanaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya dari sisi teknis, pelaksanaan di lapangan juga terkesan minim pengawasan. Proses pemasangan material terlihat tidak melalui tahapan konstruksi yang semestinya, sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan dini seperti retak, pergeseran struktur, hingga tidak berfungsinya drainase secara optimal saat musim hujan.

Baca Juga :  Warga Ajukan Petisi, Minta Ketua RW 04 Curug Wetan Dipertahankan

Mirisnya, aspek keselamatan kerja pun diduga diabaikan. Sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), yang seharusnya menjadi kewajiban dalam setiap pekerjaan konstruksi. Hal ini menunjukkan lemahnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proyek tersebut.

Dengan nilai anggaran yang mencapai Rp100 juta, kualitas pekerjaan seharusnya menjadi prioritas utama. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan indikasi sebaliknya, yang berpotensi merugikan keuangan daerah serta masyarakat sebagai penerima manfaat.

Saat dikonfirmasi, Madyani selaku PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) Kecamatan Pagedangan belum memberikan tanggapan. Sikap bungkam tersebut menimbulkan tanda tanya besar terkait pengawasan dan pelaksanaan proyek di lapangan.

Baca Juga :  Proyek di Cibogo Cisauk Diduga Dikerjakan Kontraktor Kurang Profesional, Pelaksana : Kalau Bagus Nggak Usah Diomong

Minimnya penerapan standar teknis serta diabaikannya aspek keselamatan kerja mengindikasikan adanya dugaan kelalaian dalam pengawasan, baik dari pihak pelaksana maupun instansi terkait. Padahal, setiap proyek yang bersumber dari APBD wajib melalui pengawasan ketat agar hasilnya berkualitas dan memberikan manfaat jangka panjang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Syafi Berkah Mandiri maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Ketiadaan respons ini semakin memperkuat sorotan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan proyek.

Penulis : Rudy

Berita Terkait

Dugaan Aroma Mafia Tanah Menyengat: SHM Warga Dikesampingkan, Massa Geruduk Paramount Petals
Lagi dan Lagi !! CV Sahabi Jaya Mandiri Disorot, Proyek Drainase Kecamatan Panongan Diduga Asal Jadi Tanpa Ampar Dasar
CV Sahabi Jaya Mandiri Diduga Markup Anggaran, Kualitas Proyek Ikut Dipertanyakan
Heboh! Sexy Dancer di Trenz Executive Club Jadi Sorotan, Izin Dipertanyakan
Diduga Asal Jadi! Proyek U-Ditch Rp98 Juta di Ranca Iyuh Dikerjakan Saat Tergenang Air, Pelaksana Lapangan Menghilang
CV. Purnama Cipta Lestari Disorot !! Proyek U-Ditch di Panongan Diduga Langgar RAB, Dikerjakan Asal Jadi
Proyek U-Ditch Swakelola Desa Ranca Kalapa Disorot, Diduga Abaikan Spesifikasi dan K3
Kapolda Banten Resmikan Ground Breaking Jembatan Merah Putih Presisi, Wujudkan Akses dan Harapan Baru Masyarakat
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 00:06 WIB

Drainase Diduga Tak Sesuai Spek, CV Syafi Berkah Mandiri Disorot Tajam, Pengawas Kecamatan Bungkam

Kamis, 30 April 2026 - 15:53 WIB

Dugaan Aroma Mafia Tanah Menyengat: SHM Warga Dikesampingkan, Massa Geruduk Paramount Petals

Rabu, 29 April 2026 - 10:23 WIB

Lagi dan Lagi !! CV Sahabi Jaya Mandiri Disorot, Proyek Drainase Kecamatan Panongan Diduga Asal Jadi Tanpa Ampar Dasar

Rabu, 29 April 2026 - 10:19 WIB

CV Sahabi Jaya Mandiri Diduga Markup Anggaran, Kualitas Proyek Ikut Dipertanyakan

Kamis, 23 April 2026 - 18:26 WIB

Heboh! Sexy Dancer di Trenz Executive Club Jadi Sorotan, Izin Dipertanyakan

Senin, 20 April 2026 - 10:14 WIB

Diduga Asal Jadi! Proyek U-Ditch Rp98 Juta di Ranca Iyuh Dikerjakan Saat Tergenang Air, Pelaksana Lapangan Menghilang

Senin, 20 April 2026 - 10:05 WIB

CV. Purnama Cipta Lestari Disorot !! Proyek U-Ditch di Panongan Diduga Langgar RAB, Dikerjakan Asal Jadi

Jumat, 17 April 2026 - 00:14 WIB

Proyek U-Ditch Swakelola Desa Ranca Kalapa Disorot, Diduga Abaikan Spesifikasi dan K3

Berita Terbaru