Srikandi Pers Dra Kasihhati Tidak Pernah Takut Menyuarakan kebenaran Walau Nyawa Taruhannya

Senin, 18 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITABUANANEWS.ID, Jakarta | Di tengah arus deras tekanan, kriminalisasi, dan upaya pembungkaman terhadap insan pers, masih ada satu sosok yang berdiri tegak laksana Karang dihempas ombak, memegang erat prinsip dan nurani kebebasan berekspresi. Dialah Dra. Kasihhati, Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII),seorang perempuan tangguh yang menjadikan “TAK GENTAR” bukan sekadar semboyan, tetapi filosofi hidup dan perjuangan.

Ketika banyak yang memilih diam dalam tekanan, Dra. Kasihhati memilih lantang bersuara. Ketika banyak yang tunduk pada kekuasaan, ia memilih berdiri menantang.

Suaranya tidak hanya menggema di ruang redaksi atau mimbar-mimbar konferensi, tetapi juga mengetuk hati nurani para Pewarta untuk bangkit, bersatu, dan tidak gentar menyuarakan kebenaran, apa pun risikonya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika gerimis melukis tangis dan angin membelai Bumi Pertiwi, tidakkah hatimu terketuk tuk mengutuk badut negeri yang menyiapkan belenggu,”

Begitulah bait-bait perlawanan yang digaungkan oleh Kasihhati serupa puisi perlawanan, namun menggema seperti pekikan revolusi.

Di bawah kepemimpinannya, FPII tak hanya menjadi wadah para jurnalis independen, tetapi juga menjadi Benteng Perjuangan bagi kebebasan pers dan Perlindungan bagi jurnalis-jurnalis yang kerap menjadi korban intimidasi, kriminalisasi, bahkan kekerasan hanya karena menyampaikan fakta riel kepada publik.

Baca Juga :  Ketua Korwil Lambar :Dr Fatul Mu'in Harus Baca isi Undang Undang Pers 40 Agar Paham dan tidak asal ngomong

Dra. Kasihhati selalu menekankan bahwa jurnalis adalah pilar keempat demokrasi, dan tidak boleh dibungkam dengan jeruji kekuasaan atau tipu muslihat penguasa yang alergi terhadap kritik. Dalam banyak kesempatan, ia menyerukan bahwa.

“Jangan pernah tunduk pada ketidakadilan. Jangan pernah gentar dengan kekuasaan temporer. Lawan segala bentuk pembungkaman! Jurnalis punya hak yang sama sebagai warga negara.

Baca Juga :  Ketua FPII Jawa Barat Jaya Pihak berwajib diharapkan dapat memberikan perhatian serius terhadap kasus intimidasi terhadap jurnalis

Ketika hujan tumpah membasahi bumi, bagi Kasihhati itu bukan alasan untuk menyerah. Justru saat itulah semangat perjuangan harus ditumpahkan keringat, bahkan darah, demi menjaga nyala api kemerdekaan menyampaikan pendapat dan menulis kebenaran.

Di balik ketegasan dan keberaniannya, tersimpan pula ketulusan hati dalam membela rakyat kecil. Kasihhati tidak hanya memperjuangkan hak-hak jurnalis, tetapi juga membela masyarakat tertindas, mereka yang suaranya tak pernah sampai ke telinga pejabat, mereka yang kisahnya tak pernah masuk ke layar berita arus utama.

Melalui FPII, ia membuka ruang bagi suara-suara minoritas dan kaum marginal untuk dapat disuarakan dan diperjuangkan. Tak heran jika namanya kini semakin dikenal bukan hanya di kalangan media, tetapi juga di tengah masyarakat yang selama ini merasa tak memiliki pelindung.

Baca Juga :  Presidium FPII Bangun Sinergitas Dengan Lapas Kelas I Cipinang Jakarta

Kasihhati membeberkan pada ribuan jurnalis independent tepat pada HUT Republik Indonesia Ke-80 pada Minggu, (17/8/2025) “Tak Gentar” bukan hanya slogan. Ia adalah Roh perlawanan. Ia adalah nyawa perjuangan. Dan di tangan Dra. Kasihhati, filosofi ini menjadi senjata dalam menantang segala bentuk ketidakadilan yang coba membungkam kebenaran.

Kini, saat jeruji telah mereka siapkan, saat belenggu tengah mereka anyam untuk membatasi gerak pers nasional, suara Kasihhati dan FPII menggema lebih kuat Kami tidak gentar. Kami tidak tunduk. Kami adalah penjaga kebenaran.

Dengan langkah pasti dan suara lantang, Dra. Kasihhati telah menjelma menjadi ikon perjuangan kebebasan pers di Indonesia. Sebuah teladan, bahwa di balik sosok perempuan, bisa berdiri kekuatan besar yang menyala karena cinta pada keadilan dan keberanian membela rakyat.

Penulis : Red

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Perluas Jaringan, FPII Setwil Sulsel Siap Bentuk Kepengurusan di Empat Wilayah di Luwu Raya
Presidium FPII Bangun Sinergitas Dengan Lapas Kelas I Cipinang Jakarta
Perkuat Sinergitas dan Peran Pers Di Daerah, FPII Setwil Sulsel Silaturahmi Dengan Wakil Bupati Pinrang
Buka Puasa Bersama, FPII Sulsel dan LSM Triga Nusantara Ajatappareng Tegaskan Komitmen Kolaborasi
Momentum HUT FPII, Seknas FPII Dorong Penguatan Jaringan Media dan Isu Sentral Daerah
Abaikan Somasi ,2 Oknum ASN Lapas Kuningan Diduga Tipu Gelap Dana Investasi Koperasi Segera Dipolisikan
Ketua Presidium FPII Hadiri Pisah Sambut KPLP Lapas kelas 2A Warung Kiara
Presidium FPII Bangun Sinergitas Dengan Lapas Kelas IIA Kuningan Jawa Barat
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 08:02 WIB

Presidium FPII Bangun Sinergitas Dengan Lapas Kelas I Cipinang Jakarta

Kamis, 2 April 2026 - 12:40 WIB

Perkuat Sinergitas dan Peran Pers Di Daerah, FPII Setwil Sulsel Silaturahmi Dengan Wakil Bupati Pinrang

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:05 WIB

Buka Puasa Bersama, FPII Sulsel dan LSM Triga Nusantara Ajatappareng Tegaskan Komitmen Kolaborasi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:12 WIB

Momentum HUT FPII, Seknas FPII Dorong Penguatan Jaringan Media dan Isu Sentral Daerah

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:34 WIB

Abaikan Somasi ,2 Oknum ASN Lapas Kuningan Diduga Tipu Gelap Dana Investasi Koperasi Segera Dipolisikan

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:14 WIB

Ketua Presidium FPII Hadiri Pisah Sambut KPLP Lapas kelas 2A Warung Kiara

Senin, 19 Januari 2026 - 21:31 WIB

Presidium FPII Bangun Sinergitas Dengan Lapas Kelas IIA Kuningan Jawa Barat

Selasa, 30 Desember 2025 - 19:25 WIB

Ketua Satgas BSH Sambut Baik Dukungan Kolaboratif Presidum FPII

Berita Terbaru

Kabupaten Tangerang

Heboh! Sexy Dancer di Trenz Executive Club Jadi Sorotan, Izin Dipertanyakan

Kamis, 23 Apr 2026 - 18:26 WIB