Terima Rektor Universitas Udayana Bali, Bamsoet Dorong Universitas Udayana Lakukan Kajian Akademis Tentang Pemanfaatan Energi Nuklir Hijau di Indonesia

Kamis, 26 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITABUANANEWS.ID BALI | Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mendorong Universitas Udayana Bali untuk melakukan kajian akademis terkait pemanfaatan energi nuklir sebagai sumber energi alternatif di Indonesia. Indonesia sebagai negara dengan sumber daya alam yang melimpah, memiliki potensi besar dalam pengembangan energi nuklir, khususnya thorium dan uranium. Memanfaatkan sumber daya nuklir sebagai sumber energi alternatif tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan terhadap batu bara, tetapi juga dapat meningkatkan ketahanan energi nasional.

Menurut data Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Indonesia memiliki cadangan uranium sekitar 90.000 ton dan thorium sebanyak 150.000 ton. Bahan baku nuklir tersebut tersebar di beberapa kota, di antaranya di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Sumatera tercatat memiliki sekitar 31.567 ton uranium dan 126.821 ton thorium. Sementara Kalimantan memiliki sebanyak 45.731 ton uranium dan 7.028 ton thorium. Sulawesi memiliki 3.793 ton uranium dan 6.562 ton. Dalam konteks transisi energi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan, energi nuklir terutama dari thorium, menjadi salah satu solusi yang menjanjikan.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda Banten Bersama Sat Polairud Polresta Tangerang Monitoring Pembongkaran Pagar Laut di Perairan Tangerang

“Energi thorium sering disebut sebagai ‘nuklir hijau’ karena karakteristiknya yang menghasilkan limbah radioaktif jauh lebih rendah dibandingkan dengan uranium. Berbeda dengan reaktor nuklir konvensional yang biasanya menggunakan uranium, reaktor yang menggunakan thorium dapat menghasilkan energi yang sangat besar dengan jumlah bahan baku yang jauh lebih sedikit. Sebagai perbandingan, untuk menghasilkan 1 GW listrik per tahun, dibutuhkan hanya sekitar 7 ton thorium, sedangkan untuk uranium dibutuhkan antara 200-250 ton,” ujar Bamsoet saat menerima Rektor Universitas Udayana Bali, I Ketut Sudarsana, di Bali, Kamis (26/12/24).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20 ini memaparkan, pengembangan energi nuklir berbasis thorium di Indonesia memiliki beberapa peluang yang sangat menjanjikan. Pertama, pemanfaatan thorium sebagai sumber energi alternatif dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar fosil. Indonesia yang saat ini masih mengandalkan batu bara dan bahan bakar fosil lainnya, dapat beralih ke energi lebih bersih dan efisien. Ini sejalan dengan komitmen internasional untuk memerangi perubahan iklim.

Baca Juga :  Satpol PP Tangerang Kerahkan 145 Personel Amankan Perayaan Natal 2024 di 18 Gereja

Kedua, dengan memanfaatkan energi nuklir, Indonesia dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan investasi dalam sektor energi. Proyek-proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir akan membutuhkan tenaga kerja terampil dan investasi dari sektor swasta yang pada gilirannya dapat merangsang pertumbuhan perekonomian lokal.

“Ketiga, pengembangan energi nuklir juga sejalan dengan upaya diversifikasi sumber energi nasional. Dalam konteks global yang terus berubah dan tantangan energi yang semakin kompleks, memiliki berbagai sumber energi alternatif dapat meningkatkan ketahanan energi nasional Indonesia,” kata Bamsoet.

Baca Juga :  Polda Banten Cek Kesiapan Personel Pengamanan di KPU Provinsi Banten

Ketua Komisi III DPR RI ke-7 dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini mengingatkan, meskipun peluang pengembangan energi nuklir di Indonesia sangat besar, namun masih ada beberapa tantangan yang harus diselesaikan. Perlu dibuat regulasi dan kebijakan yang jelas serta mendukung pengembangan energi nuklir untuk menarik investasi. Masyarakat perlu pula mendapatkan sosialisasi yang memadai terkait penggunaan energi nuklir untuk menghindari stigma negatif.

Kekhawatiran mengenai isu keselamatan nuklir juga tidak dapat diabaikan. Pengelolaan limbah nuklir harus dikelola dengan ketat untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini membutuhkan teknologi canggih dan pemeliharaan infrastruktur yang terus-menerus.

“Pengetahuan dan keterampilan teknis di bidang energi nuklir masih terbatas di Indonesia. Karena itu, diperlukan pendidikan dan pelatihan yang memadai agar tenaga kerja lokal dapat bersaing dan mampu mengelola teknologi yang digunakan dalam pembangkit listrik tenaga nuklir,” pungkas Bamsoet. (Red).

Berita Terkait

Pangkalan TNI AL Lampung dan Mahasiswa KKDN Unhan Tanam Mangrove di Kampung Bahari Nusantara
Pengamanan BRI Super League, 240 Personel Gabungan Diterjunkan di Stadion Internasional Banten
Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas
Kapolda Metro Jaya Bersama Pangdam Jaya Pastikan Penanganan Pengungsi Banjir Terlayani dengan Baik
Marines Aquathlon 2025 Piala Pangkormar Meriahkan HUT Korps Marinir Ke 80 Di Lampung
TNI-Polri dan Mahasiswa di Bandar Lampung Kompak Bersihkan Sampah Pasca Unjuk Rasa di DPRD Lampung
Kapolri dan Panglima TNI Siapkan Langkah Tegas Atasi Aksi Anarkis, Pastikan Pemulihan Keamanan Nasional
9.035 Personel dikerahkan untuk Amankan HUT ke-80 RI
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:06 WIB

Pangkalan TNI AL Lampung dan Mahasiswa KKDN Unhan Tanam Mangrove di Kampung Bahari Nusantara

Kamis, 30 April 2026 - 19:51 WIB

Pengamanan BRI Super League, 240 Personel Gabungan Diterjunkan di Stadion Internasional Banten

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:47 WIB

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

Selasa, 13 Januari 2026 - 13:51 WIB

Kapolda Metro Jaya Bersama Pangdam Jaya Pastikan Penanganan Pengungsi Banjir Terlayani dengan Baik

Minggu, 30 November 2025 - 22:11 WIB

Marines Aquathlon 2025 Piala Pangkormar Meriahkan HUT Korps Marinir Ke 80 Di Lampung

Selasa, 2 September 2025 - 22:12 WIB

TNI-Polri dan Mahasiswa di Bandar Lampung Kompak Bersihkan Sampah Pasca Unjuk Rasa di DPRD Lampung

Minggu, 31 Agustus 2025 - 19:13 WIB

Kapolri dan Panglima TNI Siapkan Langkah Tegas Atasi Aksi Anarkis, Pastikan Pemulihan Keamanan Nasional

Senin, 18 Agustus 2025 - 17:17 WIB

9.035 Personel dikerahkan untuk Amankan HUT ke-80 RI

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Masyarakat Desak APH Bertindak Tegas, Dua Warga Diduga Dikeroyok Matel

Rabu, 10 Jun 2026 - 13:07 WIB